Selasa, 26 Juli 2011

JK FLIP - FLOP

FLIP – FLOP JK
Untuk mencegah kemungkinan kondisi "race" yang terjadi ketika kedua input S dan R pada logika 1 ketika input CLK jatuh dari logika 1 ke logika 0, entah bagaimana kita harus mencegah salah satu masukan dari yang berpengaruh pada kait Master di sirkuit. Pada saat yang sama, kita masih ingin flip-flop untuk dapat mengubah keadaan pada setiap tepi jatuh dari masukan CLK, jika input sinyal logika panggilan untuk ini. Oleh karena itu, masukan S atau R untuk dinonaktifkan tergantung pada keadaan saat ini dari output latch budak. 

Jika output Q adalah logika 1 (flip-flop dalam keadaan "Set"), input S tidak dapat membuat lebih dari mengatur yang sudah ada. 
Oleh karena itu, kita dapat menonaktifkan input S tanpa menonaktifkan flip-flop di bawah kondisi ini. Dengan cara yang sama, jika output Q adalah logika 0 (flip-flop adalah Reset), input R dapat dinonaktifkan tanpa menyebabkan kerusakan. Jika kita dapat mencapai hal ini tanpa terlalu banyak kesulitan, kita akan telah memecahkan masalah dari kondisi "ras". 

Rangkaian di bawah ini menunjukkan solusi. 
Untuk RS flip-flop kami telah menambahkan dua koneksi baru dari output Q dan Q 'kembali ke gerbang input asli. Ingat bahwa gerbang NAND mungkin memiliki sejumlah masukan, jadi ini menyebabkan kesulitan. Untuk menunjukkan bahwa kita telah melakukan ini, kita mengubah sebutan dari input logika dan flip-flop itu sendiri. Input sekarang ditunjuk J (bukan S) dan K (bukan R). Rangkaian seluruh dikenal sebagai flip-flop JK.
Di bawah ini adalah gambar/ simulasi Flip-Flop JK ketika di beri inputan : 000,001,010,100,101,110, dan 111

000
001
 010
 100
 110
 101
 111
JK flip-flop berperilaku seperti RS flip-flop. Output Q dan Q 'hanya akan mengubah keadaan di tepi jatuh dari sinyal CLK, dan input J dan K akan mengontrol kondisi keluaran masa depan cukup banyak seperti sebelumnya. Namun, ada beberapa perbedaan penting. 

Karena salah satu dari dua input logika selalu dinonaktifkan sesuai dengan keadaan output dari keseluruhan flip-flop, kait guru tidak dapat mengubah keadaan bolak-balik sedangkan input CLK pada logika 1. 
Sebaliknya, input diaktifkan dapat mengubah keadaan kait menguasai sekali, setelah kait ini tidak akan berubah lagi. Ini tidak benar dari RS flip-flop. 

Jika kedua J dan K masukan diadakan pada logika 1 dan sinyal CLK terus berubah, output Q dan Q 'hanya akan mengubah negara dengan masing-masing tepi jatuh dari sinyal CLK. (Rangkaian latch master akan mengubah keadaan dengan masing-masing tepi terbit dari CLK.) Kita dapat menggunakan karakteristik ini untuk keuntungan dalam beberapa cara. Sebuah flip-flop yang dibangun khusus untuk beroperasi dengan cara ini biasanya ditunjuk sebagai T (untuk Beralih) flip-flop. 
Input satunya T adalah sebenarnya masukan CLK untuk jenis lain dari sandal jepit. 

JK flip-flop harus tepi dipicu dengan cara ini. 
Setiap sirkuit-tingkat dipicu latch JK akan berosilasi cepat jika semua tiga input yang diadakan pada logika 1. Hal ini sangat tidak berguna. Untuk alasan yang sama, T flip-flop juga harus dipicu tepi.Untuk kedua jenis, ini adalah cara hanya untuk memastikan bahwa flip-flop akan mengubah keadaan hanya sekali pada setiap pulsa clock yang diberikan. 

Karena perilaku flip-flop JK adalah benar-benar diprediksi dalam semua kondisi, ini adalah jenis yang disukai flip-flop untuk desain logika sirkuit kebanyakan. 
RS flip-flop hanya digunakan dalam aplikasi dimana dapat dijamin bahwa baik R dan S tidak dapat logika 1 pada waktu yang sama. 

Pada saat yang sama, ada beberapa konfigurasi tambahan yang berguna baik kait dan sandal jepit. 
Pada halaman berikutnya, kita akan melihat pertama pada konfigurasi utama dan perhatikan sifat-sifat mereka. Kemudian kita akan melihat bagaimana beberapa sandal jepit atau kait dapat dikombinasikan untuk melakukan fungsi yang berguna dan operasi. 
Semoga bermanfaat buat adik – adik sekalian? Salam sejahtera
Dari
Salman Topiq
Kelas XII TEIN A




Rabu, 08 Juni 2011

Proposal

BAB I
PENDAHULUAN



1.1  Latar Belakang
Sejak abad pertama orang telah mengenal teknik sederhana untuk membuat dan merakit alat. Mungkin teknik ikat-mengikat dan penggunaan pasak merupakan cara tertua yang pernah dikenal. Dengan makin berkembangnya teknologi disegala bidang dewasa ini telah banyak diciptakan berbagai macam bahan, alat dan mesin serta teknik dalam bidang perbengkelan.
Bengkel merupakan tempat untuk pembuatan, perakitan, maupun perbaikan alat dan mesin-meisn tertentu. Guna menjamin efektifitas dan efisien kegiatan perbengkelan perlu disarankan adanya manajemen bengkel yang baik terhadap keseluruhan sumber daya yang ada.
Maka dari itu kami merencanakan akan membuat Power Supply dengan keluaran 9 Volt dan 24 Volt yang akan digunakan untuk pembelajaran di Laboratorium TEIN. Alat ini berfungsi untuk mengubah arus bolak balik (AC) menjadi arus searah (DC) yang akan berguna untuk memperlancar dalam pembelajaran sehari – hari untuk meningkatkan kualitas dan mempermudah dalam melaksanakan pembelajaran.

1.2 TUJUAN
            Sebagai pendukung untuk memenuhi tugas Praktek Perbengkelan yang akan dilaksanakan maka laporan ini disusun dan ditujukan untuk memenuhi syarat tugas akhir semester tahun ajaran 2011/ 2012 dan sekaligus sebagai bahan pelengkap dalam tugas akhir di samping pembuatan proposal.
            Adapun tujuan yang lebih spesifik, antara lain:
1.      Sebagai salah satu syarat dalam mempresentasikan hasil praktek.
2.      Bukti tertulis bahwa kami telah melaksanakan praktek tugas akhir yang merupakan syarat untuk memenuhi nilai akhir semester tahun pelajaran 2011/ 2012
3.      Sebagai bahan penilaian terhadap kemampuan dan penerapan ilmu yang telah kami dapatkan selama mengikuti kegiatan pendidikan dan pelatihan.



BAB II
PROSES

2.1  WAKTU PELAKSANAAN

No
Kegiatan
Februari
Maret
April
Mei
1
 3
 4
1
 3
 4
1
 3
 4
1
 3
 4
1
Rancangan kerja/ Pentusunan proposal
















2
Gambar kerja
















3
Proses Praktek
















4
Laporan
















5
Presentasi/ Verifikasi


















2.2  TEMPAT PELAKSANAAN

KEGIATAN
TEMPAT PELAKSANAAN
Rancangan Kerja
Disekolah (penyusunanya di pandu oleh pembimbing sesuai dengan produk jasa yang di kerjakan )
Gambar Kerja
Disekolah (setelah selesai dilaporkan kepada pembimbing untuk diperiksa)
Proses Praktek
Disekolah Lab. TEIN (SMKN 1 Padaherang)
Laporan
Disekolah (Sebagai salah satu syarat melengkapi nilai praktek akhir semester)
Presentasi/ Verifikasi
Disekolah Lab. TEIN (SMKN 1 Padaherang) Oleh Pembimbing









2.3  ALAT dan BAHAN

Ø  ALAT

NO
NAMA ALAT
SPESIFIKASI
SATUAN
JUMLAH
PEMILIK
1
Tang
-          Tang Pemotong
-          Tang Pengupas
Buah
Buah
1
1
Sekolah
Sekolah
2
Obeng
-          Obeng (+)
Buah
1
Sekolah
3
Bor Listrik
-          100 w/ 220 v
Buah
1
Sekolah
4
Kikir
-          Kikir Segitiga
Buah
1
Sekolah
5
Multimeter
-          Sunwa
Buah
1
Sekolah
6
Cuter
-          Kenko
Buah
1
Sekolah
7
Palu
-           
Buah
1
Sekolah


Ø  BAHAN

NO
Nama Bahan
Spesifikasi
Satuan
Jumlah
1
Box
160x75x65
Buah
1
2
Tombol Power
----
Buah
1
3
Kabel Power
----
Buah
1
4
LED 3 warna
5mm
Buah
2
5
Dioda
1N4007
Buah
6
6
Scrup
Φ3
Buah
8
7
Baud
Φ3
Buah
8
8
Jack Banana
11mm
Buah
2
9
Trafo
-----
Buah
1
10
Tinol
3m
Buah
3
11
Elco
470 uF/ 25v
2200 uF/ 25v
Buah
Buah
3
3
12
Lotfet
-----
Buah
1
13
IC Transistor
LM7824
LM7809
Buah
Buah
1
1
14
Alteko
-----
Buah
1


2.4  GAMBAR KERJA
(Terlampir)

2.5   PROSES PENGERJAAN
Ø  Siapkan alat dan bahan
Ø  Periksa alat dan bahan
Ø  Buat rangkaian schematic power supply dan boardnya dengan menggunakan software Eagle
Ø  Print Boardnya kedalam kertas HVS, lalu photo copy pada kertas bekas kalender
Ø  Siapkan papan PCB yang akan digunakan dengan ukuran 5x5cm
Ø  Tempelkan photocopyan kertas bekas kalender yang pada PCB, kemudian panaskan dengan setrika untuk menghasilkan jalur rangkaian pada PCB
Ø  Papan PCB yang sudah di setrika kemudian diamkan sampai PCB tersebut dingin. Setelah dingin rendam PCB pada air selama 15 menit untuk menghilangkan kertas bekas kalender yang tidak terdapat jalur.
Ø  Larut PCB yang sudah dibersihkan dari kertas kalender pada cairan pelarut (Plarit) sampai hilang lapisan tembaga yang tidak menutupi jalur rangkain.
Ø  Kemudian periksa jalur rangkain board menggunakan multimeter
Ø  Apabila keadaaan rangkaian sudah baik, kemudian board rangkaian tersebut untuk melubangi rangkain pada PCB sesuai gambar boardnya.
Ø  Pasangkan komponen sesuai dengan gambar rangkaian board.
Ø  Setelah komponen di pasang, periksa apakah komponen bekerja dengan baik atau tidak, dengan menggunakan multimeter.
Ø  Apabila keadaan komponen sudah dapat bekerja dengan baik, lalu pasangkan pada box.
Ø  Siapkan box lalu pasangkan trafo, jack banana, led, dan power jack pada box
Ø  Untuk memasangkan trafo, jack banana, led, dan power jack bor terlebih dahulu box dimana trafo, jack banana, led, dan power jack akan dipasangkan.
Ø  Setelah trafo, jack banana, led, dan power jack terpasang dengan baik pada box, kemudian pasangkan rangakaian power supply yang telah dirangkai





2.6  HASIL YANG DICAPAI
            Dengan selalu mengutamakan keselamatan kerja dan kehandalan produk jasa serta dengan persiapan dan perencanaan yang matang, dari mulai bahan yang diperlukan sesuai dengan penggunaan hingga yang dipergunakan sesuai dengan fungsinya serta waktu yang dipergunakan dengan sebaik mungkin, maka hasil yang dicapai dalam proses pengerjaan produksi jasa cukup memuaskan.
            Jadi dapat disimpulkan proyek tugas akhir semester ini telah memenuhi syarat dan dapat digunakan dengan sebaik – baiknya

2.7  PERHITUNGAN BIAYA

A.  Harga Bahan yang Diperlukan

No
Nama Bahan
Spesifikasi
Jumlah
Harga Satuan
Jumlah
1
Box
160x75x65
1
Rp.  20.000
Rp.  20.000
2
Tombol Power
----
1
Rp.     2.000
Rp.     2.000
3
Kaber Power

1
Rp.     5.000
Rp.     5.000
4
LED
5mm
3
Rp.     1.000
Rp.     3.000
5
Dioda
4007
6
Rp.        500
Rp.     3.000
6
Sekrup
Φ3
8
Rp.        125
Rp.     1.000
7
Baud
Φ3
8
Rp.        125
Rp.     1.000
8
Jack Banana
11mm
2
Rp.     2.000
Rp.     4.000
9
Trafo
----
1
Rp.   17.000
Rp.   17.000
10
Tinol
3m
3
Rp.     1.000
Rp.     3.000
11
Elko
-     470uF/V
-     2200uF/ 25V
3
3
Rp.        750
Rp.     2.000
Rp.     2.250
Rp.     6.000
12
Lotfet
----
1
Rp.     1.500 
Rp.     1.500 
13
Transistor
-     LM 7824
-     LM 7809
1
1
Rp.     1.250
Rp.     1.250
Rp.     1.250
Rp.     1.250
14
Alteco
----
1
Rp.     4.000
Rp.     4.000
15
Ferit
----
1
Rp.     5.000
Rp.     5.000
16
LED 3 Warna
5mm
2
Rp.     3.000
Rp.     6.000
17
Skotlait
----
1
Rp.     1.500
Rp.     1.500
18
Baud
----
4
Rp.        500
Rp.     2.000
19
Lain - Lain
----
----
Rp.      3.000
Rp.     3.000
Jumlah
Rp.  88.650
BAB III
TEMUAN

3.1    KETERLAKSANAAN

A.    Faktor Pendukung
Faktor – faktor yang mendukung dalam proses pengerjaan produk ini adalah sebagai berikut:
a.       Perencanaannya tidak begitu sulit kaena di bantu oleh pembimbing
b.      Praktis tidak memerlukan banyak tenaga manusia dan mudah dalam pengoprasiannya
c.       Dikerjakan bersama – sama dalam proses pengerjaanya
d.      Sebagian besar komponen mudah didapat

B.     Faktor Penghambat
Adapun faktor penghambat dalam proses praktek ini adalah sebagai beriktut:
a.       Kurangnya fasilitas peralatan yang disediakan oleh sekolah
b.      Harus tepat dan benar dalam merangkai rangkaian tersebut
c.       Memerlukan waktu yang relatif lama dalam pengerjaanya

3.2    MANFAAT YANG DIRASAKAN
Setelah mengikuti kegiatan praktek manfaat yang dirasakan adalah sebagai berikut:
a.       Mengenal jenis – jenis komponen
b.      Menguasai prinsip kerja power supply
c.       Dapat mengidentifikasi power supply
d.      Dapat merencanakan dan mengembangkan pemasangan
e.       Menambah pengetahuan khususnya di bidang elektronika industri
f.       Mengetahui proses pemasangan rangkain power supply







3.3    PENGEMBANGAN/ TINDAK LANJUT
Setelah selesai melaksanakan proyek tugas akhir semester ini, sesuai dengan judul proyek yang di pilih yaitu pembuatan rangkaian regulator siswa mampu mengembangkan dan menindak lanjuti dengan lebih merekomendasikan kompetensi yang dikuasai secara utuh, yaitu dapat dipertanggung jawabkan serta memiliki kelayakan, diantaranya yaitu:
1.      Dapat membuat rangkaian skematik dan board rangakian power supply
2.      Dapat mengidentifikasi tata letak kesalahan apabila terdapat rangkaian yang tidak tepat secara manual
3.      Mampu mencari letak kesalahan pada rangkaian dengan menggunakan multitester

























BAB IV
PENUTUP

1.1    KESIMPULAN
Dengan diadakannya kegiatan prakterk ini, kami nilai sangant berarti bagi kami yang melaksanakanya karena dengan diadakanya kegiatan prakterk ini kami merasa ada kenyamanan tersendiri dalam perencanaan, baik dari segi bahan, peralatan dan waktu yang dipergunakan terasa tepat dan hasil – hasil yang diperolehpun terasa lancar dan sempurna karena dari sebelum perencanaan dan pengerjaan dari tahap awal hingga tahap akhir tersusun rapih.
Intinya setiap kegiatan kita akan mencapai nilai yang sempurna, apabila kita dalam persiapan dan perencanaan dari tahap awal hingga tahap akhir tersusun secara cermat dan cepat.

1.2    SARAN
Untuk kegiatan praktek yang akan datang dimohon pada pihak sekolah untuk memberikan keleluasaan waktu, karena dalam pembuatan laporan banyak menyita waktu.


















LAMPIRAN
a.     Skematik
b.    Tata Letak Komponen